• home

Financial Check Up - Sudah Siapkah Kita Untuk Berinvestasi?

Sebelum berinvestasi investor harus melakukan self assessment, apakah dia sudah siap untuk berinvestasi atau belum?

Kesiapan untuk berinvestasi tidak ditentukan oleh berapa besar uang yang dimiliki saat ini. Oleh karena itu, memiliki jumlah uang kas di atas saldo minimum investasi tidak menjadi suatu kepastian seseorang pasti siap menjadi investor. Untuk menjadi investor, seseorang harus “Sehat secara Keuangan”.

Definisi sehat secara keuangan tidak ditentukan dari seberapa banyak jumlah uang dimiliki seseorang. Tapi juga darimana asalnya, apakah dari hutang, pinjaman lain atau memang hasil tabungan? Gaji boleh besar, apakah pengeluaran juga besar pula? Untuk mengetahui apakah seseorang sehat secara finansial dapat dilakukan dengan melakukan Financial Check up.


Financial check up dilakukan dengan cara mengukur rasio-rasio keuangan seseorang, kemudian membandingkan rasio-rasio tersebut dengan suatu rasio standar. Apabila rasio keuangan pribadi orang tersebut sudah sama atau lebih baik dibandingkan dengan rasio standar, maka seseorang dikatakan “Sehat Secara Keuangan” dan siap untuk menjadi investor. Ada 4 rasio yang dipergunakan dalam financial check up antara lain :

1. Rasio Hutang Konsumtif

Diperoleh dari Total Hutang Konsumtif / Total Pendapatan Bulanan

Yang termasuk dalam hutang konsumtif antara lain Hutang / Kredit Tanpa Agunan dan Hutang Kartu Kredit. Standar untuk rasio ini adalah 0%. Rasio ini menjadi rasio yang utama dalam menentukan seseorang sehat atau tidak. Jika seseorang sampai memiliki hutang konsumtif untuk alasan apapun, maka orang tersebut tidak sehat secara keuangan dan tidak layak untuk menjadi investor.

2. Rasio Cicilan

Diperoleh dari Total Cicilan Bulanan / Total Pendapatan Tetap Bulanan

Yang termasuk total cicilan bulanan antara lain Cicilan KPR, Cicilan Motor, Cicilan Apartemen dan Cicilan lainnya. Total Pendapatan Tetap Bulanan adalah komponen pendapatan bulanan yang sifatnya tetap. Jika penghasilan seseorang terdiri dari Gaji yang Tetap dan Komisi yang variabel, maka hanya Gaji tetap yang dipergunakan. Standar untuk rasio ini adalah < 30%.

Poin dari rasio ini adalah bahwa orang yang memiliki hutang (yang bukan konsumtif) sebetulnya juga boleh menjadi investor investasi dan bisa dikatakan sehat secara keuangan. Batas rasio untuk bisa dikatakan sehat adalah di bawah 30%.

3. Rasio Dana Darurat

Diperoleh dari Total Aset Likuid / Total Biaya Tetap Bulanan

Yang termasuk total aset likuid antara lain dana kas, tabungan, deposito, giro, dan reksa dana pasar uang. Total biaya tetap bulanan terdiri dari seluruh pengeluaran yang sifatnya tetap setiap bulan seperti biaya sewa, iuran air listrik, cicilan-cicilan, biaya makan dan minum, uang sekolah anak dan biaya tetap lainnya yang tidak dapat dihemat lagi. Standar untuk rasio ini adalah 6 kali untuk lajang dan 12 kali untuk pasangan yang telah berkeluarga.

Situasi darurat tidak dapat diprediksi oleh setiap orang. Bayangkan, tiba-tiba anda membutuhkan dana besar karena ada kerabat yang mengalami musibah, pada saat yang sama seluruh uang anda ditempatkan di reksa dana saham. Dan kebetulan bursa saham sedang dalam periode rendah-rendahnya di tahun 2008. Dengan memiliki dana darurat yang cukup, investor akan terbebas dalam situasi dia harus mencairkan dananya pada saat situasi investasi sedang kurang baik.

4. Rasio Biaya Terhadap Pendapatan

Diperoleh dari Total Biaya Tetap Bulanan / Total Pendapatan Tetap Bulanan

Standar untuk rasio ini adalah < 1. Rasio menyikapi gaya hidup seseorang. Gaya hidup yang sehat adalah gaya hidup dimana seluruh pengeluaran yang sifatnya tetap dapat dicover dari pendapatan yang sifatnya tetap pula. Apabila memiliki rasio lebih dari 1, berarti gaya hidup anda terlalu “tinggi” dan perlu dilakukan penyesuaian. Caranya bisa dengan mengubah pendapatan variabel menjadi pendapatan tetap, seperti meminta kenaikan gaji. Atau berusaha berhemat dengan menurunkan pengeluaran yang sifatnya tetap.

Rasio Kesehatan Keuangan Untuk Financial Check Up

Keterangan :
Hutang Konsumtif  = Hutang KTA dan Hutang Kartu Kredit
Cicilan Bulanan = Cicilan Kartu Kredit, Kredit Rumah, Kredit Kendaraan
Aset Likuid = Tabungan, Giro, Deposito, Reksa Dana Pasar Uang

Ada risiko naik turunnya harga yang harus dipahami dan akan dihadapi oleh investor. Pada saat menghadapi ketidakpastian harga, penting sekali bagi investor untuk mengambil keputusan dengan tenang. Jika investor berada dalam kondisi kesehatan keuangan yang tidak baik, maka terdapat kemungkinan investor mengambil keputusan yang salah. Sebagai ilustrasi, misalnya investor dihadapkan pada kondisi harga saham yang sedang turun, pada saat yang sama, dia terpaksa menjual reksa dana tersebut karena kekurangan dana untuk membayar total cicilan kartu kreditnya yang sudah jatuh tempo.

Financial check up perlu dilakukan secara periodik paling tidak 6 bulan sekali. Selain itu, pada saat investor akan mengambil keputusan keuangan yang sifatnya penting seperti mengambil KPR, KTA, pengeluaran dalam jumlah yang besar Liburan jauh, pernikahan, biaya rumah sakit. Financial check up sebaiknya dilakukan sebelum keputusan keuangan tersebut diambil. Jika kebutuhan bersifat urgent sehingga tidak ada pilihan lain, review dilakukan setelah keputusan tersebut di ambil sambil mencari cara untuk memperbaiki kondisi keuangan agar sehat kembali.

Kesiapan investasi merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh investor sebelum berinvestasi. Jangan terburu-buru mengambil keputusan, jangan pula terbuai untuk berinvestasi hanya karena iming-iming  memberikan return yang tinggi di masa lalu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin menjadi calon investor.

Meminjam pepatah
Berakit-rakit Ke Hulu, Berenang-renang Ke Tepian
Bikin Sehat Keuangan Dulu, Investasi Kemudian


Source: http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/

Bukti Pembayaran BidVertiser Juni 2014 ($273,10)

Bukti Pembayaran BidVertiser Juni 2014 ($273,10)

Apa itu BidVertiser? Bidvertiser adalah jaringan iklan online dan penerbitan yang memungkinkan pemilik website atau blog untuk menghasilkan uang dengan memanfaatkan pengunjung mereka. Sekarang Bidvertiser adalah salah satu program periklanan alternatif yang konon terbaik pengganti dari Google Adsense. Banyak yang berpikir bahwa Bidvertiser adalah cara terbaik kedua, setelah GA untuk membuat uang secara online. Dan digunakan sebagai Adsense Alternatif penghasil uang di blognya. Selengkapnya . . .

Untuk mendaftar menjadi Publiser/penayang iklan di Bidvertiser silahkan klik banner dibawah ini :

5 Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Kehilangan seorang pelanggan setia adalah hal buruk yang terjadi dalam bisnis. Bahkan jika Anda hanya sesekali kehilangan pelanggan. Dampaknya akan membuat kepercayaan bisnis Anda berkurang. Sebab, hal-hal negatif akan meluncur cepat mengenai jenis layanan atau bisnis yang Anda berikan. Jika reputasi Anda ternoda akan sulit untuk memperbaiki hal tersebut.

Kunci utama untuk mengurangi hal tersebut adalah membuat pelanggan Anda puas. Berikut beberapa instruksi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan:

1. Tahu proposisi nilai Anda dan artikulasikan dengan jelas. Pelanggan akan puas oleh bisnis atau layanan yang tahu kualitas bisnis sendiri. Buat cara yang konsisten untuk mengartikulasikan bisnis Anda sehingga konsumen terlayani dengan baik.

2. Sediakan layanan pelanggan yang sangat baik. Konsistensi dalam pelayanan adalah kunci untuk mengembangkan loyalitas. Buat sebuah layanan pelanggan yang bekerja untuk mempertahankan praktek yang baik untuk setiap pelanggan. Ini adalah kunci bahwa Anda memahami apa yang pelanggan butuhkan.

3. Lakukan survei terhadap pelanggan Anda untuk mengetahui di mana terdapat ketidakpuasan. Buat rencana untuk mengakomodir umpan balik dari pelanggan.

4. Mengembangkan program-program loyalitas yang memotivasi pelanggan untuk membuat mereka datang kembali. Tawarkan  diskon untuk pelanggan yang datang kembali untuk kedua kalinya. Kirim kupon kepada pelanggan untuk menarik mereka kembali. Terlepas dari strategi, terus menarik pelanggan Anda mengurangi kecenderungan mereka untuk membandingkan dengan kompetitor Anda.

5. Memberikan apa yang Anda janjikan. Ketahuilah apa saja yang Anda jamin. Janganlah menjamin sesuatu di luar kekuatan bisnis Anda.

Cara Mengubah Pelanggan Rewel Jadi Loyal

Bayangkan situasi di mana Anda memesan buku secara online dan setelah tiga hari yang dijanjikan, buku tersebut tidak kunjung datang. Anda kemudian menelepon unit pelayanan konsumen, perwakilan yang melayani Anda berjanji bahwa buku tersebut akan sampai ke tempat tujuan keesokan harinya. Ternyata, hal itu tetap tidak terpenuhi.
Anda menelepon kembali keesokan harinya dan dijawab oleh orang lain yang sama sekali tidak tahu mengenai riwayat pembelian atau pembicaraan Anda dengan orang sebelumnya. Ia memberikan janji yang sama dan menekankan bahwa tidak ada rekaman pembicaraan Anda dengan staf sebelumnya.
Apakah hal seperti ini pernah Anda alami? Buku tersebut mungkin saja datang 1-2 hari kemudian, tapi apakah Anda akan berpikir untuk membeli buku lain di toko online yang sama?
Nah, sekarang kita ubah skenarionya. Ketika Anda menelepon unit layanan pelanggan untuk pertama kali, perwakilan perusahaan tersebut akan mengatakan bahwa buku tersebut sedang tertahan di persinggahan dan meyakinkan Anda bahwa benda itu akan mencapai tujuan dalam waktu satu hari.
Ia bahkan memeriksa apakah Anda sudah pernah mengalami hal ini sebelumnya, misalnya ketika Anda sudah memesan buku satu bulan yang lalu. Buku tersebut sampai di tangan Anda keesokan harinya dan Anda mendapat panggilan telepon dari perusahaan tersebut untuk konfirmasi dan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam pengiriman. Apakah Anda akan berpikir untuk membeli lagi dari toko tersebut?
Perbedaan utama antara kedua keadaan tersebut adalah kemampuan perusahaan terkait untuk membalik keadaan yang tidak nyaman bagi konsumennya dan menyelesaikannya dengan tingkat kepuasan yang tinggi. Ini adalah perbedaan yang bisa berdampak pada pengalaman pelanggan walaupun situasi dan kondisi saat itu tidak mendukung bagi perusahaan.
Secara sederhana, pengalaman pelanggan adalah hasil keseluruhan hubungan yang dimiliki oleh pelanggan dengan pelaku bisnis dan didasarkan pada setiap interaksi serta pemikiran yang dimiliki oleh konsumen terhadap perusahaan tersebut.
Konsumen yang memiliki pengalaman positif tentu saja akan menjadi lebih loyal terhadap suatu perusahaan atau merek. Konsumen bisa berinteraksi dengan brand melalui banyak titik atau kanal (Web, perangkat bergerak, jejaring sosial, toko ritel, kios-kios). Walau demikian, sering kali tampak tidak ada konsistensi antarkanal. Inilah yang biasanya menjadi sumber ketidaknyamanan.
Konsumen hanya akan berinteraksi dengan Anda sebagai entitas tunggal. Mereka tidak akan peduli jika perusahaan tersebut memiliki tim, orang atau pihak yang berbeda-beda dalam kepengurusan sebuah akun Twitter, atau layanan pelanggan via telepon. (bn/marketing.co.id)

7 Jurus Jitu Memancing Ide Bisnis Paling Brilian

Menjadi kreatif dan inovatif selalu menjadi salah satu bagian penting dalam berbisnis. Menghasilkan gagasan bisnis tentu bukan hal yang mudah. Belum lagi, gagasan yang bagus belum tentu merupakan ide hebat. Lalu apa bedanya?

Gagasan yang bagus sering muncul dan hanya mampu menyelesaikan sejumlah masalah kecil dalam bekerja. Sebaliknya, gagasan yang hebat cenderung jarang muncul dan memerlukan lebih banyak waktu untuk merealisasikannya.

Tantangan terbesar untuk menghasilkan berbagai gagasan cemerlang adalah membebaskan diri Anda dari kebiasaan konvensional yang dijalani selama ini. Biarkan pikiran Anda beristirahat saat otak Anda sudah lelah bekerja.

Lebih jelasnya, berikut tujuh tips jitu yang bisa membuat Anda memancing lahirnya berbagai ide bisnis dan gagasan hebat:

1. Sering melakukan observasi
Ide cemerlang tak akan datang dengan berdiam diri. Anda harus melatih otak untuk berpikir secara kreatif.
Buat jadwal khusus untuk menstimulasi otak Anda untuk berpikir dengan cara yang berbeda. Anda bisa mengamati orang yang tengah berlalu lalang, sikapnya atau kecenderungan yang muncul. Melihatnya akan menghadirkan perspektif dan cara berpikir baru. Hal tersebut bisa memancing berbagai ide baru untuk berbisnis.

2. Banyak bergaul
Jalan-jalan dengan teman atau rekan kerja bisa membuat pola pikir Anda berbeda. Tak hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan jejaring sosial untuk menambah teman bicara.

Orang-orang baru tak mengenali Anda secara mendalam. Anda pun harus berpikir kembali untuk menceritakannya secara singkat dan jelas.  Kegiatan sederhana ini bisa memancing dan melatih Anda berpikir rinci. Tentu saja, kebiasaan ini dapat melahirkan berbagai gagasan bisnis yang kreatif.

3. Sering membaca buku
Bukan hal yang asing lagi, buku merupakan cara hebat untuk menciptakan berbagai pikiran baru dan menstimulasi munculnya sejumlah inovasi.

Membaca buku bisnis atau kisah pengusaha sukses dapat mengaktifkan kemampuan kreatifitas Anda dengan lebih baik. Berbagai pikiran kreatif akan mucul sebagai gagasan bisnis yang cemerlang.

4. Rajin mengeksplorasi situs internet
Google memang terkenal memberikan berbagai informasi pada sebagian besar pengguna internet di dunia. Namun jika Anda ingin mendapat gagasan bisnis tak terduga, Anda bisa berpetualang di dunia internet. Dengan begitu, banyak hal dapat ditemukan untuk menstimulasi lahirnya berbagai ide brilian.

5. Membuat catatan harian
Merekam isi pikiran, perasaan dan pengalaman hidup, paling baik dilakukan dengan mencatat. Kebiasaan menulis seperti ini juga merupakan cara hebat untuk memancing berbagai ide brilian. Jika Anda belum memilikinya, belum terlambat untuk memulainya saat ini.

6. Meditasi
Mendapatkan ide cemerlang saat pikiran sedang kacau tentu sangat sulit. Anda butuh waktu untuk sendiri. Meditasi sejenak bisa membantu Anda menjernihkan pikiran dari bisnis dan tekanan harian yang Anda terima.

Dengan bermeditasi Anda bisa menyelesaikan berbagai persoalan dengan lebih tenang. Dua jam setiap minggu bisa membuat berbagai ide hebat mengalir di pikiran Anda.

7. Olahraga teratur
Kreativitas lahir dari berbagai kegiatan terstruktur. Olahraga ringan dapat membantu Anda untuk lebih berkonsentrasi. Dengan lebih fokus, Anda bisa menghasilkan ide-ide cemerlang.

Seluruh cara tersebut membutuhkan komitmen. Meski banyak waktu dan tenaga yang dikorbankan, keduannya merupakan kunci lahirnya gagasan hebat. Anda hanya perlu memberi waktu dan rehat bagi otak Anda dan tidak memaksanyaberpikir terlalu kelas. Setelah ide-ide hebat berdatangan, sisanya terserah Anda. (as/bussiness insider/liputan6.com)

Sekian dulu artikel kali ini tentang 7 Jurus Jitu Memancing Ide Bisnis Paling Brilian

Tips Sukses Berbisnis Makanan Online

Banyak produk makanan menjadi hit, diperbicangkan orang dengan bermodalkan kepintaran memanfaatkan media sosial. Berawal dari dunia maya, berbagai produk makanan tersebut kemudian juga terkenal di offline. Bila Anda memiliki minat di bidang kuliner dan berkeinginan mengembangkan bisnis ini, Anda bisa mengikuti jejak tersebut.

Berikut beberapa tips sederhana yang akan membantu Anda menekuni bisnis makanan online.

1. Hal utama yang harus dipikirkan adalah bagaimana makanan yang Anda tawarkan dapat terlihat menarik secara visual. Memang, menarik secara visual tak menjadi jaminan bahwa makanan tersebut memiliki cita rasa yang lezat. Tapi setidaknya tampilan yang menarik akan membuat orang merasa penasaran dan menggugah selera makan.

2. Tentukan satu menu andalan dari produk makanan Anda. Buat semenarik mungkin untuk difoto, bila perlu tambahkan aksesori cantik di sekelilingnya. Intinya, tampilkan produk bestseller dan produk terbaru Anda secara mencolok.

3. Karena penjualan melalui online membuat calon konsumen tidak bisa mencicipinya, maka Anda perlu mencantumkan deskripsi detil setiap menu makanan. Mulai dari bahan dasar dan rasanya, sehingga pengunjung toko Anda bisa mengira-ngira rasanya. Selipkan juga kata-kata menggoda di dalamnya. Ini akan membuat siapa pun yang membacanya menikmati rasa makanan tersebut dan tak sabar untuk mencobanya. Agar lebih meyakinkan, cantumkan juga testimoni beberapa konsumen yang telah mencicipinya. Bila belum punya pelanggan, teman-teman bisa dikerahkan untuk memberikan testimoni.

4. Tak berbeda dengan bisnis online lainnya, manfaatkan media sosial yang sedang hits saat ini. Anda bisa membuka toko online dari blog gratis atau langsung membuat website khusus. Buat desain toko online Anda semenarik mungkin dan sesuai dengan image makanan yang dijual.

5. Untuk memasarkannya, manfaatkan jejaring sosial lain seperti  Facebook dan Twitter. Upload foto-foto makanan, lalu tagging ke beberapa teman dan kerabat. Ingat tak semua orang senang dihujani dengan tagging foto berkali-kali. Usahakan melakukannya pada orang yang berbeda-beda. Anda bisa memulainya dari sahabat-sahabat dekat.

6. Selain Facebook, Anda bisa manfaatkan Twitter. Buat akun Twitter khusus dengan nama toko online atau produk makanan Anda. Lakukan perkenalan dengan tweet-tweet tentang produk makanan tersebut, akan lebih seru jika Anda menyertakan twitpic foto makanannya. Belum ada follower? Mulailah dengan following orang lain lebih dulu. Dengan begitu mereka akan mulai melirik akun Twitter Anda. Selain itu, Anda juga bisa me-Re Tweet promo dari akun toko online Anda dari akun pribadi sehingga follower Anda akan membacanya. Ingin lebih cepat? Follow seleb tweet atau figur di bidang kuliner dan tawarkan tester produk pada mereka. Bila puas, mereka akan membahasnya di akun Twitter-nya.

7. Meskipun calon konsumen tidak bisa mencicipi produk makanan lebih dahulu, Anda tetap harus mengedepankan kualitas rasa. Sebisa mungkin usahakan rasanya selezat penampilannya. Jangan sampai konsumen kecewa, karena rasa tak sesuai dengan yang ditawarkan. Hati-hati, complain melalui jejaring sosial akan lebih cepat menyebar.

8. Sama seperti bisnis offline, konsumen bisnis online pun ingin segera dilayani. Karena itu, selalu luangkan waktu untuk melayani pesanan mereka. Segera balas komentar atau pertanyaan yang diajukan. Ini akan membuat konsumen senang, karena tidak merasa sedang berhubungan dengan mesin komputer.

9. Menggembangkan bisnis makanan online gampang-gampang susah. Walaupun sebagian besar bisnis makanan online berskala rumahan, ada baiknya Anda tetap menerapkan manajemen profesional yang berorientasi bisnis ini:
* Telepon. Cantumkan nomor kontak di website, Facebook dan Twitter. Ini membuat calon konsumen percaya bahwa produk yang ditawarkan tidak fiktif. Pakailah nomor kontak khusus yang tak sulit dihubungi. Jika tidak bersedia ditelepon, Anda bisa mencantumkan: SMS only!
* Situs. Jangan pernah menampilkan foto makanan dari situs lain yang bukan milik Anda. Jika perlu, sewa admin situs untuk membuat gerai virtual tetap menarik dengan konten yang selalu update.
* Delivery. Selain harus tepat waktu, makanan yang diterima juga sebaiknya berbentuk sama persis dengan tampilan di situs. Jika makanan tergolong jenis yang mudah hancur, Anda harus memikirkan packaging yang bisa menjaga makanan tetap utuh.
* Pencitraan. Jika Anda berpromosi dengan jejaring sosial, buatlah akun baru yang terpisah dari akun pribadi. (*/Kompas.com)